Indonesia, sebagai negara maritim terbesar di dunia, terus memperkuat kemampuan pertahanan lautnya. Salah satu pilar utama dalam strategi ini adalah kehadiran Kapal Selam Nagapasa Class. Kapal selam modern ini menjadi penanda era baru bagi armada bawah laut Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menghadirkan kemampuan intai, pengawasan, dan serangan bawah air yang semakin canggih, sangat penting untuk menjaga kedaulatan di perairan Nusantara yang luas.
Kapal Selam Nagapasa Class merupakan hasil kerja sama strategis antara PT PAL Indonesia (Persero) dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dari Korea Selatan. Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal selam yang mumpuni, tetapi juga mentransfer teknologi penting yang memungkinkan Indonesia menjadi salah satu dari segelintir negara di dunia yang mampu memproduksi kapal selam secara mandiri. KRI Nagapasa-403 adalah kapal pertama dari kelas ini yang dibangun di Korea Selatan dan diluncurkan pada tahun 2016. Sementara itu, KRI Alugoro-405, kapal selam ketiga dari kelas ini, menjadi sejarah karena sebagian besar proses pembangunannya dilakukan di galangan PT PAL di Surabaya, dan diluncurkan pada tahun 2019.
Kapal selam ini memiliki panjang sekitar 61 meter dan mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 250 meter. Ditenagai oleh motor listrik yang senyap dan baterai berkapasitas besar, Kapal Selam Nagapasa mampu beroperasi secara senyap di bawah permukaan laut, menjadikannya aset yang ideal untuk misi pengintaian rahasia dan penghadangan. Sistem persenjataannya mencakup delapan tabung torpedo 533mm yang mampu meluncurkan torpedo dan rudal anti-kapal, memberikan daya gempur yang signifikan terhadap target permukaan maupun bawah laut. Teknologi navigasi dan sonar canggih memastikan kesadaran situasional yang tinggi bagi kru kapal.
Pelatihan kru Kapal Selam Nagapasa Class juga sangat intensif dan berstandar internasional. Para prajurit TNI AL menjalani pendidikan khusus yang ketat, baik di dalam negeri maupun di Korea Selatan, untuk menguasai pengoperasian sistem kompleks kapal selam ini. Mereka dilatih untuk bekerja secara presisi dalam lingkungan yang menantang, memastikan setiap misi dapat dilaksanakan dengan optimal. Pada hari Senin, 11 Maret 2024, satu tim dari KRI Nagapasa-403 berhasil menyelesaikan latihan manuver taktis di perairan Laut Jawa, menunjukkan kesiapan operasional yang tinggi.
Dengan kehadiran Kapal Selam Nagapasa Class, TNI AL kini memiliki kemampuan deteren bawah laut yang jauh lebih kuat. Kontribusi teknologi ini tidak hanya mendukung pertahanan maritim Indonesia, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang disegani di kawasan, siap menjaga keamanan dan kedaulatan perairan negara dari segala ancaman.
