Komando Pasukan Katak (Kopaska) adalah unit pasukan khusus andalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang memiliki spesialisasi unik dalam operasi maritim. Mereka dikenal sebagai Elit Penyelam dan Peperangan yang mampu beroperasi tanpa terdeteksi di lingkungan perairan yang paling ekstrem. Mandat Kopaska mencakup operasi sabotase bawah air, peledakan ranjau, pengintaian maritim, dan yang paling menantang, pengamanan VVIP di laut. Elit Penyelam dan Peperangan ini dilatih untuk menjadi operator amfibi sejati, mampu melakukan Transisi Mulus dari media air ke darat. Filosofi pelatihan mereka adalah Tan Hana Wighna Tan Sirna—”Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi”—mencerminkan Fondasi Kemenangan mentalitas mereka. Elit Penyelam dan Peperangan Kopaska mempertahankan tingkat kesiapan tinggi di markas mereka di Jakarta dan Surabaya, dengan jadwal latihan yang ketat setiap Senin hingga Jumat.
Untuk operasi serangan bawah air, Teknik Serangan Kopaska sangat spesifik. Mereka menggunakan peralatan selam sirkuit tertutup (closed-circuit rebreather) yang tidak melepaskan gelembung udara ke permukaan, memungkinkan mereka mendekati kapal musuh atau instalasi pelabuhan tanpa terdeteksi oleh radar atau mata telanjang. Tugas utama mereka adalah underwater demolition (demolisi bawah air), menanam bahan peledak secara presisi pada lambung kapal atau dermaga. Akurasi peledakan ini harus mampu Membongkar Rahasia Akurasi pertahanan musuh dengan kerugian minimal bagi lingkungan. Pelatihan peledakan ini dilakukan di area laut yang disterilkan di Kepulauan Seribu, dengan target kesalahan nol.
Selain operasi ofensif, Kopaska juga unggul dalam tugas pengamanan VVIP di kapal atau pelabuhan. Pengamanan VVIP di lingkungan maritim jauh lebih kompleks daripada di darat karena ancaman bisa datang dari bawah air, permukaan, atau udara. Tim Kopaska melakukan penyisiran bawah air (sweep) pada lambung kapal dan dermaga untuk mencari alat peledak atau penyusup, yang dilakukan minimal dua jam sebelum kedatangan VVIP. Saat VVIP berada di atas kapal, personel Kopaska ditempatkan secara strategis di bawah dek, di kapal pengawal, dan bahkan di dalam air sebagai penjaga penyelam, menjaga perairan dalam radius aman yang ditentukan, biasanya mencapai 500 meter dari kapal utama. Kesiapan dan keahlian Kopaska memastikan bahwa kedaulatan dan keamanan tokoh penting negara di laut tidak pernah terkompromi.
