Transformasi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang humanis adalah sebuah komitmen berkelanjutan yang diemban oleh institusi pertahanan negara. Upaya Mewujudkan TNI Humanis ini tidak hanya sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui implementasi program-program konkret, salah satunya adalah pengintegrasian kurikulum Hak Asasi Manusia (HAM) secara komprehensif serta penyelenggaraan briefing HAM pra-tugas bagi setiap prajurit. Langkah ini fundamental untuk memastikan setiap personel TNI memahami, menghormati, dan melindungi HAM dalam setiap tindakan dan operasionalnya.
Pentingnya kurikulum HAM dalam pendidikan militer tidak dapat diremehkan. Sejak tahap rekrutmen dan pendidikan dasar, calon prajurit dari berbagai pangkat kini dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai prinsip-prinsip HAM, hukum humaniter internasional, serta batasan-batasan dalam penggunaan kekuatan. Materi ini dirancang untuk membentuk kesadaran bahwa prajurit adalah pelindung rakyat, bukan penindas. Mewujudkan TNI Humanis berarti menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, sehingga prajurit memiliki landasan moral dan etika yang kuat dalam menjalankan tugas.
Selain kurikulum yang terstruktur, briefing HAM pra-tugas memegang peranan krusial. Sebelum diberangkatkan ke daerah operasi atau penugasan tertentu, setiap prajurit mendapatkan pembekalan khusus mengenai situasi HAM di wilayah tersebut, potensi risiko pelanggaran, serta prosedur standar operasional (SOP) yang harus dipatuhi untuk menghindari tindakan yang melanggar HAM. Briefing ini berfungsi sebagai pengingat dan penegasan kembali komitmen TNI terhadap HAM di lapangan. Misalnya, dalam sebuah sesi briefing pra-tugas yang diadakan di sebuah pangkalan militer di Jawa Barat pada tanggal 15 Mei 2025, seorang komandan menekankan pentingnya interaksi yang santun dan profesional dengan masyarakat, serta penggunaan kekuatan yang proporsional.
Kolaborasi dengan lembaga eksternal, seperti Komnas HAM, juga memperkuat upaya Mewujudkan TNI Humanis. Penandatanganan MoU antara Komnas HAM dan TNI pada 28 Oktober 2024, yang fokus pada pertukaran informasi dan edukasi HAM, adalah bukti nyata komitmen ini. Sinergi ini membuka ruang untuk transparansi, akuntabilitas, dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan kurikulum HAM yang kokoh dan briefing pra-tugas yang efektif, TNI berupaya tidak hanya menjadi kekuatan militer yang tangguh, tetapi juga institusi yang disegani dan dicintai rakyat karena menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Mewujudkan TNI Humanis adalah sebuah perjalanan panjang yang terus diupayakan demi Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.
